Kata Kita

Sepenggal Kata Nyatakan Kita

Prioritas dan Ekspektasi

Setiap orang punya prioritas masing-masing dalam hidup, kadang sama kadang berbeda.

Ketika mereka berbeda yang dibutuhkan A dan B hanya sebatas toleransi. Ya hanya toleransi. Tapi toleransi membutuhkan banyak, mulai dari logika lalu perasaan untuk fungsi inhibisi dan mengerti.

Lalu mereka bisa bersama.

Ijhe, Medisca dan Adhy, 19 April 2014, dalam pembicaraan kamar kos, Banjarnegara.

“Jangan pernah mencari apa yang orang lain bisa berikan untukmu, tapi apa yang bisa kamu berikan untuk orang lain, sehingga kamu pantas bersamanya”

—   Briliansy, Maret 2014

“Jalanan itu kadang padat kadang lengang. Hari itu kadang meriah kadang senyap. Begitu pula hidupmu kadang ramai kadang sepi. Nikmatilah!”

—   Ijhe, dari Banjarnegara, 15 April 2014

“Seorang teman tidak bisa dianggap teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan; pada waktu dibutuhkan, sikap dibelakang anda, dan setelah kematian anda”

—   Ali ibn Abi Thalib

5 Steps of Grief

1. Anger
2. Denial
3. Bargaining
4. Depression, it will takes the most of time of grief
5. Acceptance

That’s all the agony of loss
(Lecture dialogue from Drama)

24 Maret 2014

Tersadarlah

Sadarkah dirimu mengapa yang kau kasihi pergi dahulu?
Sadarkah mengapa sekarang aku pergi?
Harapku dikemudian hari kau tidak jadi sendiri di saat semua pergi
Tersadarlah

Ijhe, 26 Maret 2014

“Jangan lah kamu mencinta terlalu dalam, karena dalamnya cinta berbatas tipis dengan tingginya benci, tinggal tunggu tanggal tenggelamnya”

—   Ijhe, Maret 2014

“Senyum aku dibalik nelangsa”

—   Ijhe, 22 Maret 2014

“God heals, doctor takes the money”

—   Dr. Juli, 17 Maret 2014

“Jika tidak ada bahu untuk bersandar, selalu ada lantai untuk bersujud”

—   B.J. Habibie, 6 Januari 2014

“Saya jadi dokter tidak suka berasumsi, Saya harus ambil best and worst scenario, Saya harus challenge untuk tau dimana posisi Saya”

—   Dr. Juli, 18 Maret 2014

“Maaf saya bukan Tuhan, tidak butuh jika hanya sekedar niat baik Anda saja”

—   Ijhe, 16 Maret 2014

“Lain kali, jangan percaya sama orang yang ngaku salah tapi minta maaf saja tidak berani”

—   Ijhe, 16 Maret 2014

Side A dan Side B

Setiap orang dalam suatu hubungan punya side A dan side B.

Dimana side A adalah bagaimana orang pada umumnya melihat kamu dan side B adalah sifat dan perilaku naluriah dan sedalam nurani yang hanya di tunjukkan pada orang-orang tertentu saja.

Dalam suatu hubungan yang intim, jika ini mendapat laras yang sama masing-masing individual ada baiknya saling menujukkan side B mereka dan menyerap side B dari pihak lain. Karena itulah ‘the purest form of honesty’ dalam suatu hubungan.

Selama kamu selaras dalam side B kamu aman menua bersama.

Konklusi percakapan Ijhe dan Ansy, 23 Februari 2014

“Aku adalah orang yang beruntung karena selalu berada disekitar orang-orang yang peduli denganku dan mau memaafkan kesalahanku”

—   Ikal, Film Sang Pemimpi